September 22, 2021

Tambah 5.549 Positif 210 Meninggal 6.728 Sembuh UPDATE Kasus Corona Indonesia 20 April 2021

Berikut update informasi jumlah pasien virus corona atau Covid 19 di Indonesia yang tercatat hingga Selasa (20/4/2021) sore. Jumlah kasus positif virus corona tercatat ada penambahan 5.549 kasus baru, dari sebelumnya 1.609.300 kasus. Data tersebut dirilis dalam website resmi Satuan Tugas (Satgas) PenangananCovid 19Indonesia, covid19.go.id.

Kini, total kasus Covid 19 di Indonesia menjadi 1.614.849 sejak pertama terkonfirmasi pada 2 Maret 2020 lalu. Kabar baiknya, ada 6.728 pasien yang berhasil sembuh dari Covid 19. Sehingga jumlah pasien sembuh saat ini berjumlah 1.468.142 jiwa dari pasien sebelumnya sebanyak 1.461.414 jiwa.

Sementara, jumlah pasien positif Covid 19 yang dinyatakan meninggal dunia juga bertambah sebanyak 210 pasien. Total pasien meninggal dunia akibat virus corona menjadi 43.777 orang, dari sebelumnya 43.567 orang. Penambahan kasus positif tersebut tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Provinsi DKI Jakarta masih memiliki jumlah kasusCovid 19terbanyak. Selanjutnya, disusul oleh Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur. Informasi ini dapat terlihat dari data peta persebaran kasus pada tiap provinsi.

Update Corona atau Covid 19 di Indonesia bisa di akses . Pemerintah akan memberikan dukungan jika vaksin yang akan diberikan pada masyarakat telah memenuhi kriteria. Dikutip dalam tayangan Kompas TV pada Selasa (20/4/2021) , Juru Bicara Satgas Covid 19, Wiku Adisasmito, mengatakan pemerintah mendukung sepenuhnya pembuatan vaksin sejauh memenuhi ketentuan dari BPOM.

Vaksin harus mendapatkan ijin dari BPOM, terutama dalam aspek keamanan, efikasi dan kelayakan. "Pada prinsipnya, semua vaksin yang akan diberikan pada masyarakat harus mendapatkan ijin dari BPOM, terutama dalam aspek keamanan, efikasi dan kelayakan." "Selama memenuhi kriteria pemerintah akan memberikan dukungan," ujar Wiku dalam Sapa Indonesia Pagi yang tayang pada Jumat (16/4/2021).

Wiku berharap, peneliti vaksin dan BPOM dapat berkoordinasi dengan baik dalam pencanangan vaksin Nusantara. "Diharapkan, peneliti vaksin dapat berkoordinasi baik dengan BPOM agar isu yang ada terkait vaksin ini dapat segera terselesaikan," tambah Wiku. Sementara Wakil Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena, memberikan pengertian vaksin Nusantara telah dianggap aman untuk digunakan.

Menurutnya, dari segi potensi dan uji dosis telah terukur dan dianggap berpotensi untuk mengaktifkan imunitas tubuh. "Kalau kita lihat dari data yang ada, kalau dari aspek keamanaan sebenarnya tidak ada persoalan apapun." "Dari segi potensi dan kemudian dari kategori uji dosis yang diberikan itu ada salah satu dosis yang memang dianggap berpotensi untuk mengaktifkan imunitas tubuh yang baik," ujar Melki.

Diketahui, Melki juga bersedia menjadi relawan uji klinis vaksin Nusantara. Melki memaparkan secara hasil maupun prosedur yang telah dilakukan oleh peneliti, tidak ditemukan masalah pada vaksin Nusantara. "Secara prinsip hasil maupun prosedur (yang digunakan peneliti) ini oke, tidak ada masaalah," terang Melki.

Menurut Melki, dirinya tidak serta merta mengganggap vaksin Nusantara maupuan vaksin Merah Putih baik. Sebelumnya, Melki telah melihat uji klinis, mutu, khasiat serta efisiensinya antara kedua vaksin tersebut. "Kita menganggap baik vaksin Nusantara maupuan vaksin Merah Putih itu sama, melihat dari uji klinis, mutu, khasiat maupun efisiensinya."

"Dan karena kita melihat itu sama, kami tentu apa adanya saja, mana yang bagus kita dorong, mana yang kurang bagus kita perbaiki, mana yang kurang ya kita minta jangan dipakai," ujar Melki. Melki berharap, masyarakat untuk tidak perlu meragu pada uji klinis Vaksin Nusantara. Dirinya juga berharap, dengan berhasilnya uji klinis tahap dua nanti, permasalahan mengenai ketersediaan vaksin dapat terjawab.

"Vaksin Nusantara dapat digunakan untuk menjawab persoalaan kita, terkait ketersediaan vaksin yang saat ini masih kurang dan terus menerus kurang," ungkap Melki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *